Home

SEKILAS TENTANG VILLA DOMBA
Villa Domba, demikian nama yang awalnya diberikan oleh masyarakat lingkungan desa Jatisari, kecamatan Cangkuang, kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat manakala keluarga Kami pertamakali datang ke desa tersebut guna memulai mewujudkan impian yaitu usaha perkebunan organik dan juga peternakan domba. Akhir tahun 2001 adalah saat di mana bekal tabungan yang dimiliki oleh keluarga Kami dirasakan cukup untuk membeli lahan di desa tersebut secara bertahap. Jangan bayangkan kondisi keuangan Kami berlimpah pada masa itu saat berkeinginan merintis usaha agribisnis untuk bekal hidup keluarga di masa depan. Lokasi lahan yang dibeli sengaja bukan merupakan lahan produktif namun lahan yang gersang dan tandus, jarang dilirik orang serta murah meriah harganya. Strategi pengembangannya adalah pembelian lahan secara bertahap dan langsung digarap sehingga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, pada akhirnya strategi ini pula yang Alhamdullilah menjadikan masyarakat sangat mendukung keberadaan Kami di mana tanpa disadari telah terjadi 30 transaksi pembelian lahan di desa tersebut sehingga total luasan lahan perkebunan dan peternakan yang Kami miliki dapat mencapai kurang lebih 7 ha sekarang.
Sebagaimana kondisi lahan yang gersang dan tandus tentunya menjadikan kebutuhan pupuk adalah keharusan, pengadaan pupuk dari luar artinya sama saja dengan menambah beban biaya dan keputusan yang tidak ekonomis bagi Kami yang baru merintis usaha. Tidak ada cara lain yang lebih efesien menurut pandangan Kami selain mensinergikan antara sektor perkebunan dan peternakan dalam pengembangan usaha yang Kami lakukan. Kotoran ternak yang dihasilkan pada akhirnya Kami manfaatkan sebagai bahan baku pupuk yang dipergunakan untuk kepentingan sektor perkebunan. Aneka jenis tanaman komoditi perkebunan ada di lahan Kami saat ini, tanaman Vanilla, Kopi, Jati dan Kemiri, sedangkan untuk peternakan di mana hewan ternak yang Kami kembangkan adalah Domba Garut. Alhamdullilah, tanaman Vanilla telah memasuki tahapan produksi saat ini, begitu juga dengan Kopi dan Kemiri, sementara pohon Jati lebih diniatkan sebagai bekal tabungan untuk kehidupan generasi keluarga Kami yang akan datang nanti.
Sungguh di luar dugaan, ternak domba yang awalnya dikembangkan sekedar dimanfaatkan kotorannya saja sebagai bahan baku pupuk namun lebih pesat perkembangannya sehingga pada akhirnya menjadi pendapatan usaha jangka menengah bagi Kami. Perjuangan yang terus berlanjut dan tidak akan pernah berhenti, atas permintaan bapak dan ibu Suhadi Sukama selaku keduaorangtua di keluarga Kami sekaligus sang penggagas Villa Domba maka pada akhirnya usaha agribisnis keluarga yang dirintis sepakat dibentuk menjadi perseroan yang dinamakan PT. Villa Domba Niaga Indonesia saat ini. Duduk sebagai Dewan Komisaris adalah bapak dan ibu Suhadi Sukama selaku pemilik, posisi Direktur Utama diamanahkan kepada anak pertamanya yaitu Agus Ramada Setiadi sementara posisi Direktur Operasional dipegang oleh putera ketiganya yaitu Alam Yanuardi. Kami sebagai anak tentu tidak akan pernah lupa bagaimana perjuangan keduaorangtua Kami di masa lalu bersama masyarakat saat merintis Villa Domba, Insya Allah di mana semangat, niat dan tekad Kami agar usaha ini dapat terus semakin berkembang serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Amin.

